Coba saya cek

Selamat Datang

  1. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Atambua,
  2. Azwar Anas, SH., MM.

Statistik Pengunjung

Hari Ini : 8
Kemarin : 31
Bulan ini : 745
Tahun ini : 9779
Hits Count : 28
Total Hits : 380076
Now Online : 1 User

.:: IP Anda ::.
35.173.47.43

.:: Browser Anda ::.
 Opera Mini

.:: Kontak Admin ::.

:: Phone: (0389) 2325064 (hunting)

Contact Info

an image
Kantor Imigrasi Kelas II Atambua
Jalan Adisucipto No. 8 (Manumutin), Atambua, NTT, Indonesia
Email: kanim_atambua@imigrasi.go.id
Website:
http://kanimatambua.com

Phone: (0389) 2325064
Fax: (0389) 2325068

Tentang Kantor Imigrasi Kelas II Atambua


Ditulis oleh Admin pada hari Senin, tanggal 20 Mei 2013 .


A.  Sejarah Singkat Berdirinya Kantor Imigrasi Atambua.

 

Berdirinya Kantor Imigrasi Atambua, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Imigrasi RI. Nomor  : Dirjenim/0402-1/Rh/73 tanggal 2 April 1973 dengan status Kantor Resort dibawah Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi Kupang, dengan wilayah kerja meliputi 2 Kabupaten yakni Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU ) dimana wilayah kedua Kabupaten ini berbatasan langsung dengan wilayah Negara Timor Portugis (Portugese Timor) pada waktu itu. Keberadaan Kantor Resor Imigrasi Atambua adalah untuk memudahkan pelayanan lalulintas orang antara Timor Potugis dan Timor Indonesia. 


Meskipun Timor Portugis berintegrasi dengan Indonesia pada tanggal 17 Juli 1976 Kantor Imigrasi Atambua tetap exist sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis dilingkungan Kantor Wilayah Departemen Kehakiman Nusa Tenggara Timur, dengan status Kantor Imigrasi Klas III untuk pelayanan penerbitan Surat Perjalanan bagi warga negara Indoensia, dan dokumen keimigrasian bagi warga negara asing, yang pada waktu itu umumnya adalah para rohaniawan. Setelah jajak pendapat 30 Agustus 1999 dan diikuti dengan penyerahan pemerintahan dari PBB (UNTAET) kepada pemerintahan Timor Leste, maka wilayah kerja Kantor Imigrasi Atambua berbatasan langsung dengan wilayah Negara Republica Democratica de Timor Leste ( RDTL ), yaitu Kabupaten Belu dengan District Bobonaro (Maliana) dan District Covalima (Suai), serta Kabupaten Timor Tengah Utara dengan District Oecusse (enclave).

 

Seiring dengan perkembangan dan volume kerja yang diemban oleh Kantor Imigrasi Atambua maka, berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor : M.05.PR.07.04 Tahun 2004 tanggal 19 Agustus 2004 status Kantor Imigrasi Atambua menjadi kelas II dengan wilayah kerja meliputi 2 kabupaten yakni Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara, dan sejak awal tahun 2013 Kabupaten Belu telah dimekarkan lagi menjadi 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka. Ketiga wilayah tersebut berbatasan langsung dengan negara RDTL.

 

B.   Kondisi Geografis Wilayah Pelayanan Kantor Imigrasi Atambua.

 

1.  Letak Geografis

 

Secara geografis Kantor Imigrasi Kelas II Atambua terletak di kota Atambua Kabupaten Belu, Kabupaten Belu terletak antara 124° Bujur Timur - 125° Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Belu merupakan daerah dengan topografi berbukit. Sebelah utara berbatasan dengan Selat Ombai, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Timor, sebelah Timur berbatasan dengan Timor Leste, dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten TTU (ibu kota : Kefamenanu) dan TTS (ibu kota : Soe). Kondisi kedua kabupaten tersebut tidak jauh berbeda, dengan topografi berbukit-bukit dan lembah dengan tingkat kemiringan antara 30° - 45°. Sedangkan wilayah Kabupaten Malaka memiliki perairan (pantai) yang terhubung langsung dengan perairan bagian Barat Australia.

TPI Motaain

Pulau Timor

 

 

2.  Wilayah Pelayanan UPT

 

Ditinjau secara wilayah pelayanan, wilayah pelayanan Kantor Imigrasi Atambua  meliputi 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Belu (include Kab. Malaka) dan Kabupaten Timor Tengah Utara. Kabupaten Belu memiliki 24 kecamatan (12 diantaranya masuk Kab. Malaka (baru)) serta 166     desa / kelurahan, dimana terdapat 5 kecamatan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste yaitu Kecamatan Malaka Timur, Tasifeto Barat, Tasifeto Timur, Lamaknen dan Kobalima. Kabupaten Timor Tengan Utara memiliki 9 kecamatan dan 159 desa / kelurahan (kondisi ini kemungkinan sudah berubah seiring dengan pemekaran wilayah).

 

Dalam pelaksanaan tugasnya Kantor Imigrasi Atambua membawahi 3  (tiga) tempat Pemeriksaan Imigrasi   (TPI) dan 6 (enam) Pos Imigrasi disepanjang daerah perbatasan RI – RDTL, berikut ini gambaran singkat tentang  ciri khas / karakteristik setiap TPI/Pos Imigrasi Kantor Imigrasi Atambua :

 

 

 

 

a.    Tempat Pemeriksaan Imigrasi ( TPI ) Motaain :

Motaain merupakan salah satu Tempat Pemeriksaan Imigrasi yang juga berfungsi sebagai pos lintas batas terhubung dengan Batugade (RDTL), yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor : M.06.PW.09.07 Tahun 2000 tanggal 18 september 2000. TPI Motaain terletak di perbatasan RI-RDTL dengan jarak 40 km dari Kota Atambua dengan jalan aspal (± 45 menit). TPI Motaain adalah salah satu pintu keluar masuk yang terletak dipesisir pantai utara yang cukup ramai dengan jumlah pelintas rata-rata 150 – 200 orang setiap harinya. Pada TPI Motaain, pelaksanaan fungsi  CIQ sudah berjalan namun belum dilengkapi dengan infra struktur yang semestinya. Fasilitas Border Control Management (BCM) belum ada dan kemungkinan sangat kecil mengingat keterbatasan sumber daya energy. Petugas Imigrasi yang ditempatkan pada TPI Motaain, 5 orang petugas dan dikoordinir 1 orang pejabat teknis imigrasi.

 

TPI Motaain

 

Gerbang Antar Negara di Motaain - Batu Gade

b.   Tempat Pemeriksaan Imigrasi  ( TPI ) Metamauk :

 

TPI Metamauk yang juga berfungsi sebagai pos lintas batas terhubung dengan Salele, Suai (Covalima, RDTL) merupakan salah satu pintu keluar masuk yang terletak di pesisir pantai Selatan (masuk Kabupaten Malaka) dengan jarak ± 80 km (± 2,5 jam) dari Atambua dengan kondisi jalan yang rusak, sebagian besar jalan tanah. Lalulintas orang melalui tempat ini rata-rata 5-12 orang /hari. TPI Metamauk juga telah melayanai penerbitan Pas Lintas Batas. Petugas pada TPI Metamauk adalah 3 orang dan dikoordinir 1 orang Pejabat teknis Imigrasi yang juga mengkoordinir TPI Mota’ain. Pada saat  musim hujan akses dari Atambua sangat sulit dilalui kendaraan (kendaraan ideal roda 4 FWD dan roda dua trail), sarana kantor berupa listrik menggunakan solar sell, jarak antara pos pelayanan dan bangunan imigrasi lumayan jauh (ca. 1,5 km) dan sumber air bersih tidak ada. Saat ini BNPP sedang membangun kawasan perbatasan terpadu.

 

Jalan menuju TPI Metamauk

 

TPI Metamauk

 

 

 

 

 

c.    Tempat Pemeriksaan Imigrasi ( TPI ) Napan :

 

Napan merupakan salah satu Tempat Pemeriksaan Imigrasi yang juga berfungsi sebagai pos lintas batas, yang terletak di Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timur Tengah Utara yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor : M.06.PW.09.07 tahun 2000 tanggal 18 september 2000 sebagai salah satu TPI diwilayah kerja Kantor Imigrasi Atambua yang terletak di perbatasan RI - RDTL yakni dengan berbatasan Oecusse (Bobometo) yang merupakan daerah enclave RDTL. Jarak Atambua ke Napan via Kefamenanu sejauh 110 km (± 3 jam) dengan kondisi jalan aspal.


Pegawai yang di tugaskan di TPI Napan sebanyak 3 orang pegawai tata usaha yang ditugaskan bergiliran setiap 1 bulan serta dikoordinair 1 orang pejabat Imigrasi yang juga mengkoordinir Pos Imigrasi Wini.

Sejak tanggal 30 Nopember 2012 TPI Napan telah melayani penerbitan Pas Lintas Batas bagi masyarakat R.I di perbatasan dan pelayanan izin masuk dan keluar pemegang PLB RDTL di wilayah Bobometo-Oicusse. Peralatan komunikasi berupa telephone satellite dari Direktorat Jenderal Imigrasi tidak dapat difungsikan karena sering mendapat gangguan signal. Arus lalu lintas orang keluar masuk ke Wilayah Oecusse ( RDTL ) lewat TPI Napan rata - rata 5 - 10 orang/hari. Terkecuali hari Jumat yang merupakan hari pasar di wilayah perbatasan, pelintas bisa mencapai 100 orang.

 

Pos Imigrasi Napan

 

 

 

 

d.   Pos Imigrasi Turiskain -  Kecamatan Raihat :

 

Pos Imigrasi Turiskain/Haekesak terhubung dengan Tunubibi, Maliana (RDTL) berada di Kecamatan Raihat yang lebih dari 50 % penduduknya eks penduduk Timor Timur, dibangun pada tahun 2001 sebagai tindakan antisipasi pintu perlintasan ke wilayah RDTL yakni ke district Bobonaro (Maliana). Adapun jarak dari Atambua ke Turiskain sejauh 70 km (± 1,5 jam) dengan kondisi jalan sebagian beraspal tapi rusak (sebagian jembatan sudah rusak) dan sebagian baru pada tingkat pengerasan dengan kondisi medan menanjak.

Kendatipun demikian, dalam upaya penataan perbatasan RI - RDTL, maka di daerah Turiskain, Pemerintah Kabupaten Belu telah   membangun pasar tradisional secara permanent. Pos ini belum melakukan pelayanan karena belum dilakukan peresmian bersama antar kedua negara bagi pelayanan perlintasan di wilayah perbatasan tersebut. Sarana air bersih dan listrik belum ada.

 

 

 

Pos Imigrasi Turiskain

 

e.    Pos Imigrasi Builalu – Kecamatan Lamaknen

 

Pos Imigrasi Builalu merupakan salah satu pintu perbatasan ke district Maliana ( RDTL) yang di bangun pada tahun 2001 menghubungkan kecamatan Lamaknen, Kab. Belu dengan Memo district Maliana. kondisi bangunan saat ini rusak berat, belu ada pelayanan baik dari wilayah R.I maupun RDTL. Unsur CIQ di kedua belah pihak belum dilengkapi.

Jarak dari Atambua ke Pos Builalu sekitar 90 km (± 3 jam) dengan kondisi jalan raya setengah aspal dan selebihnya jalan pengerasan diantara berbukitan. Sarana dan prasarana air bersih dan listrik belum ada.

 

f.     Pos Imigrasi Lakmaras -  Kecamatan Lamaknen Selatan

 

Pos Imigrasi Lakmaras terletak diatas bukit paling ujung arah Timur perbatasan RI - RDTL dengan jarak tempuh sekitar 100 km, dengan kondisi jalan yang sangat rusak / pengerasan dan untuk mencapai ke Pos hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor. Kondisi bangunan pos saat ini rusak berat. Sejak di bangunnya Pos ini hanya dijaga oleh 1 orang  tenaga sukarela. Air nyaris mustahil diperoleh karena posisi di atas bukit dan listrik belum ada.

 

g.    Pos Imigrasi Wini.

 

Pos Imigrasi Wini terletak di pesisir pantai Utara tepatnya di Kecamatan Insana Utara Kab. Timor Tengah Utara terhubung dengan Sakato, Oecusse RDTL. Untuk mencapai Pos Wini, dapat di tempuh lewat Kefamenanu atau dari Kota Atambua melalui pantai Utara, dengan jarak yang berbeda pula, yakni apabila melewati kota Kefamenanu, maka jarak mencapai 200 km, dan dari Atambua langsung melewati pantai Utara ke Wini, berjarak 70 km. Jalur ini sering digunakan perlintasan aparatur pemerintah RDTL yang melakukan perjalanan dari Dili ke Oecusse atau sebaliknya. Wini masih berstatus Pos Imigrasi namun dijadikan sebagai perlintasan ke Oecusse ( RDTL ) dengan jumlah pelintas rata - rata 5-15 orang/hari. Status Pos Imigrasi Wini telah diusulkan untuk ditetapkan sebagai Tempat Pemeriksaan Imigrasi, namun hingga saat ini belum terealisasi. Pos Imigrasi Wini, saat ini telah tersedia sarana dan prasarana berupa air bersih (saat musim hujan) dan listrik, sehingga dapat membantu kelancaran pelaksanaan tugas.

 

 

Pos Imigrasi Wini

 

 

Gerbang Antar Negara di Wini-Sakato

 

h.   Pos Imigrasi Laktutus.

 

Pos Imigrasi Laktutus – Kecamatan Dubesi Nanaet Kabupaten Belu, terletak di daerah perbatasan RI – RDTL yang  dibangun pada tahun     2005 sebagai persiapan dalam pelaksanaan pelayanan penggunaan  Pas Lintas  Batas sesuai dengan MoU antara Pemerintah RI – RDTL tanggal 11 Juni     2003 namun sampai dengan saat ini belum  terlaksana. Untuk mencapai Pos Imigrasi Laktutus dari Kantor Imigrasi  Atambua sejauh 60 km dengan akses jalan pedesaan.

 

 

i.  Pos Imigrasi Haumeniana.

 

Pos Imigrasi Haumeniana – Kecamatan Miomafo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU ) terletak di daerah perbatasan TTU ( RI ) – Oecusse ( RDTL ) arah barat dan dibangun pada tahun 2005 bersamaan dengan pembangunan Pos Imigrasi Laktutus, sebagai persiapan dalam pelaksanaan pelayanan penggunaan  Pas Lintas Batas sesuai dengan MoU antara Pemerintah RI – RDTL tanggal 13 Juni 2003 namun  sampai dengan saat ini, belum terlaksana. Jarak dari Kantor Imigrasi Atambua ke Pos Imigrasi Haumeniana sejauh 150 km dan harus melewati kota Kefamenanu. Kondisi jalan menuju Pos Imigrasi Haumeniana, belum beraspal.

 

 

 

 

 

 

 

 

                                        



[i] By Anggiat Napitupulu

 

Sumber :
Visi dan Misi
Struktur Organisasi
Alamat Kantor

Pencarian

Layanan Online

Shoutbox

[ Shoutbox ]

Link Terkait