IZIN TINGGAL DAN IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA.

Q : Apakah IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA bisa diberikan kepada WNA yang berada di Indonesia dan izin tinggalnya masih bisa diperpanjang?

A : Ya, bisa. Pemberian IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA akan dilakukan secara otomatis bagi pemilik Izin Tinggal apapun (kecuali Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas) tanpa perlu datang ke kantor imigrasi.

 

Q : Apabila seorang WNA yang sedang berada di luar negeri Izin Tinggal Terbatas/Tetap-nya akan berakhir, karena ada pembatasan WNA tersebut tidak bisa kembali ke Indonesia, apakah WNA tersebut juga mendapatkan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA? Dan apakah bisa mengurus perpanjangan ITAS/ITAP saat WNA berada di luar Indonesia?

A : Warga Negara Asing tersebut tidak dapat diberikan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA. IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA hanya diberikan kepada WNA yang berada di Indonesia, apabila tidak kembali ke Indonesia dan Izin Tinggalnya akan berakhir maka tidak dapat diperpanjang di luar negeri. Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap hanya dapat dilakukan saat pemohon (WNA) berada di Indonesia. Jika masa berlaku Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap Orang Asing tersebut berakhir saat yang bersangkutan berada di luar wilayah Indonesia maka sistem secara otomatis akan membatalkan Izin Tinggal Orang Asing tersebut. Jika yang bersangkutan berniat untuk meneruskan tinggal di Indonesia maka proses permohonan harus dimulai dari awal.

 

Q : Sampai kapan masa berlaku IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA ?

A : Sampai masa pandemik berakhir melalui keputusan pejabat yang berwenang.

 

Q : Apakah WNA akan dikenakan denda apabila overstay sedangkan sekarang visa atau Izin Tinggalnya sudah berakhir?

A : Selama berlakunya Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 11 tahun 2020, maka WNA tidak dikenakan biaya overstay.

 

Q : Bagaimana cara mendapatkan Emergency Stay Permit/IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA?

A : Saat ini setiap WNA diberikan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA secara otomatis melalui sistem Imigrasi sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 11 Tahun 2020 tanpa perlu mengajukan ke kantor imigrasi.

 

Q : Bagi WNA pemegang Izin Tinggal Kunjungan D212 yang sudah terlanjur mendapatkan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA apakah izin tinggalnya masih bisa dipakai lagi untuk masuk ke Indonesia?

A : Izin Tinggal D212 yang dimiliki dan masih berlaku dapat digunakan kembali.

 

Q : Sesuai peraturan, Izin Tinggal Kunjungan B211 berlaku sampai dengan 6 bulan, apabila tidak diperpanjang karena otomatis diberikan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA, selanjutnya apabila pandemi sudah berakhir dan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA sudah tidak berlaku, bagaimana sistematika perpanjangannya? Apakah langsung ke perpanjangan ke-II, III atau IV?

A : IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA tidak mempengaruhi Izin Tinggal yang dimiliki sebelumnya, sistematika perpanjangan kembali Izin Tinggal sebelumnya akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI setelah masa pandemi COVID 19 berakhir.

 

Q : Apakah WNA yang KITAS dan KITAP nya sudah dikembalikan (EPO) dan tidak dapat ke LN mendapatkan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA?

A : Ya, diberikan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA dan dipersilahkan untuk keluar dari wilayah Indonesia apabila sudah ada alat angkut yang dapat membawa WNA tersebut. Apabila tetap tinggal di Indonesia dalam masa pandemi ini, maka diperbolehkan dengan ketentuan tidak dapat berkegiatan sebagai TKA.

 

Q : Bagaimana mekanisme pulang setelah Pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir bagi pemegang IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA?

A : Para pemegang IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA dapat meninggalkan wilayah Indonesia sebagaimana biasa, untuk detail regulasi pemberian Izin Keluar bagi pemegang IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI selanjutnya.

 

Q : Bagi WNA yang negara tujuannya tidak menerapkan kebijakan lockdown, tetapi tidak mau pulang ke negaranya karena merasa lebih aman di Indonesia dan penerbangan ke negara tujuan juga tersedia, apakah diperbolehkan untuk mendapatkan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA?

A : Diperbolehkan, karena setiap WNA diberikan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA secara otomatis sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 11 Tahun 2020. Setelah masa pandemi dinyatakan berakhir maka akan diberlakukan aturan normal dan teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut.

 

Q : Benarkah tidak ada biaya overstay?

A : Selama berlakunya Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 11 tahun 2020, maka WNA tidak dikenakan biaya overstay.

 

Q : Bagaimana jika ada calon TKA yang tidak bisa mengambil visa di negara tertentu karena lockdown?

A : Surat Persetujuan Visa yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai dasar pemberian Visa di luar negeri hanya berlaku untuk 60 (enam puluh) hari sejak dikeluarkan. Jika calon TKA tidak bisa mengambil dalam jangka waktu berlaku persetujuan tersebut maka sistem membatalkan persetujuan tersebut secara otomatis.A : Izin Tinggal D212 yang dimiliki dan masih berlaku dapat digunakan kembali.

 

Q : Apabila WNA memiliki Izin Tinggal yang masih bisa perpanjang, sementara saat ini mendapatkan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA, apakah nanti setelah kebijakan dicabut, masih dapat memperpanjang Izin Tinggal yang dimiliki?

A : Ya, bisa. Asalkan WNA tersebut masih berada di Indonesia setelah masa pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir.

 

Q : Bagi WNA yang telah mendapatkan notifikasi dari Kementerian Tenaga Kerja untuk perpanjangan ITAS apakah mendapatkan perpanjangan ITAS atau IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA?

A : Izin Tinggalnya akan diberikan dalam bentuk IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA, sedangkan untuk kegiatannya diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.

 

Q : Bagaimana proses pemulangan dengan Exit Permit Only (EPO) Tenaga Kerja Asing (TKA) yang KITASnya sudah berakhir dan ingin diperpanjang? Tapi WNA tersebut tidak ingin keluar Indonesia.

A : Bagi TKA akan diberikan IZIN TINGGAL KEADAAN TERPAKSA dan dipersilahkan untuk keluar dari wilayah Indonesia. Apabila ingin tetap tinggal di Indonesia dalam masa pandemi ini, maka diperbolehkan dengan ketentuan tidak dapat berkegiatan sebagai TKA.

 

PELAYANAN WARGA NEGARA INDONESIA DI KANTOR IMIGRASI

Q : Kategori pelayanan darurat untuk perpanjangan Paspor

A : Untuk sementara pengajuan perohonan Paspor RI di kantor imigrasi dibatasi hanya bagi pemohon yang memiliki kebutuhan mendesak melalui nomor helpdesk yang disediakan. Antara lain bagi:

  • Orang sakit yang tidak bisa ditunda penanganannya atau rujukan dokter, dan
  • Orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda dengan melengkapi surat pernyataan yang berisi alasan keberangkatan.

 

Q : Apakah nomor antrean yang saya dapatkan masih bisa dipergunakan setelah masa pandemi COVID-19 berakhir?

A : Nomor antrean yang sudah diperoleh sebelum pembatasan permohonan pengajuan Paspor RI di kantor imigrasi dapat digunakan kembali saat pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir dan pelayanan keimigrasian di kantor imigrasi berjalan normal.

 

Q : Apakah saya harus datang ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor saya yang telah selesai?

A : Paspor yang sudah dicetak oleh kantor imigrasi saat ini tersimpan aman di tempat penyimpanan kantor imigrasi, para pemohon dapat mengambilnya saat keadaan sudah dinyatakan normal kembali menunggu pengumuman lebih lanjut dari pihak berwenang.

 

Q : Paspor saya akan segera berakhir masa berlakunya, apakah saya harus segera melakukan pergantian? Saya takut keluar rumah mengingat situasi sekarang ini, apakah saya akan dikenakan denda keterlambatan perpanjangan paspor? Apakah ada dispensasi?

A : Paspor yang sudah habis masa berlakunya tidak harus segera dilakukan penggantian. Tidak ada denda apapun bagi penggantian paspor yang sudah habis masa berlakunya.

 

Q : Apakah ada Kantor Imigrasi yang buka saat ini? Saya ingin membuat paspor

A : Saat ini seluruh kantor imigrasi di Indonesia hanya melakukan pelayanan paspor bagi pemohon dengan kriteria tertentu yang bersifat darurat dan tidak dapat ditunda pemberiannya.

 

PELAYANAN PADA TEMPAT PEMERIKSAAN IMIGRASI

Q : Apakah WNI yang pulang ke Indonesia perlu untuk melampirkan Health Certificate?

A : Warga Negara Indonesia yang akan kembali ke Indonesia tidak perlu melampirkan Health Certificate/Fit to Fly certificate. Di tempat ketibaan akan dilakukan prosedur pemeriksaan kesehatan yang akan dilaksanakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan.

 

Q : Apakah calon TKA pemegang Visa Tinggal Terbatas (VITAS) masih bisa masuk ke Indonesia?

A : Calon TKA pemegang VITAS yang dizinkan masuk ke Indonesia hanya yang akan bekerja di Proyek Strategis Nasional dengan membawa surat rekomendasi.

 

Q : Ketentuan 14 hari karantina di wilayah bebas covid 19, apakah maksudnya negara atau kota?

A : Saat ini hampir tidak ada negara di dunia yang terbebas dari COVID-19, Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengeluarkan kebijakan tambahan untuk mengizinkan Orang Asing yang akan masuk ke Indonesia dari negara manapun untuk menyertakan:

  • Surat keterangan sehat (bahasa Inggris) yang dikeluarkan dari otoritas kesehatan negara tempat Orang Asing tersebut berada, atau surat keterangan layak terbang (fit to fly certificate);
  • Surat pernyataan bersedia untuk menjalani isolasi yang disediakan pemerintah Indonesia atau isolasi mandiri di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan RI selama 14 (empat belas) hari.

Komentar